Call Us: (+62)858-1016-1718/ (+62)813-8322-1680

Bagaimana menentukan kasus Nominativ atau Akkusativ ?

Dari 4 kasus yang ada pada aturan grammatik bahasa Jerman, ada 2 kasus awal dan mendasar yang perlu kita ketahui sebelum ke kasus lainnya yaitu Nominativ dan Akkusativ. Gimana ya cara membedakannya ?

Sederhananya begini,

Kasus Nominativ digunakan apabila dalam suatu kalimat membutuhkan Subjek, sehingga kata yang bertindak sebagai Subjek akan dikenakan kasus Nominativ.

Kasus Akkusativ digunakan apabila dalam suatu kalimat membutuhkan Objek, sehingga kata yang bertindak sebagai Objek akan dikenakan kasus Akkusativ.

Ada 3 cara yang dapat kita identifikasi untuk menentukan kasus mana yang harus dipakai yaitu :

1.Subjek oder Objekt ?

Pertama kita bisa identifikasi dari pelakunya, apakah subjek atau objek, yang mana yang telah kita ketahui bahwa subjek merupakan pelaku utama yang melakukan perbuatan tertentu, sedangkan objek merupakan suatu unsur yang dikenai perbuatan atau tindak dari Subjek.

z.B : Nominativ : Der Apfel ist Lecker

         Akkusativ : Ich esse den Apfel

2. Verben mit Nominatif oder Akkusativ  ?

Kata kerja tobe atau dalam bahasa Jerman sein memiliki arti yang apabila digunakan dalam suatu kalimat mengisyaratkan setara, sehingga kata kerja sein akan selalu berdampingan dengan kasus Nominativ.

Kata kerja merupakan salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk identifikasi sebuah kasus.

z.B : sind : Er ist mein Bruder (ich & mein Bruder sama-sama kasus Nominativ)

   haben : Ich habe einen Bruder (ich adalah Subjek, einen Bruder adalah Objek)

3. Präpositionales Objekt mit Akkusativ Präposition

Cara yang ketiga untuk identifikasi kasus adalah dengan mengetahui preposisi. Di dalam bahasa Jerman terdapat preposisi yang berkaitan erat dengan kasus. Berikut preposisi yang harus dikenakan kasus Akkusativ :

DOGFUB : durch, ohne, gegen, für, um, bis

z.B : Sie arbeitet für ihre Eltern

Leave a Reply

Close Menu