Call Us: (+62)858-10-16718/ (+62)853-161718-10

Tips Memilih Lembaga Kursus atau Agen Ke Jerman

Karena peserta juga memiliki andil dalam menentukan apa yang dipilih, berikut adalah 5 hal utama yang perlu diketahui sebelum memutuskan memilih lembaga atau agen:

  1. RESEARCH. Cari tahu terlebih dahulu mengenai detail lembaga atau agen tersebut. Mulai dari alamat, track recordnya serta fasilitas yang didapatkan sesuai atau tidak.
  2. CROSSCHECK. Melakukan double pengecekkan dengan cara melihat beberapa testimoni atau review dari peserta yang pernah mengikuti program atau kursus disana.
  3. COMPARE. Mungkin kamu sudah mengikuti seminar dari satu agen yang sangat meyakinkan tapi jangan mengambil keputusan terlalu cepat meskipun sudah yakin pada pandangan pertama. Hal ini mencegah dari penyesalan yang selalu datangnya belakangan. Pastikan kamu sudah membandingkannya dengan beberapa lembaga atau agen lainnya terutama dari segi harga dan fasilitas yang didapat.
  4. TRANSPARANSI. Lihatlah kejujuran agen atau lembaga tersebut dalam menyampaikan informasi program dan crosscheck kembali apakah sesuai atau hanya trik marketing belaka. Banyak sekali agen yang mengatakan program beasiswa ketika di Jerman untuk kuliah dan kerja, padahal itu adalah program Ausbildung yang memang disupport oleh pemerintah Jerman dan peserta memang tidak dimintai bayaran apapun untuk sebagian program Ausbildung. Jadi, apabila dari awal agen atau lembaga tersebut sudah tidak jujur, bukankah itu sudah mengindikasikan sesuatu yang salah??
  5. KESADARAN. Peserta yang ingin memiliki niatan ke Jerman untuk mengubah hidupnya, sungguhlah memiliki niatan yang mulia dan pemikiran yang maju. Untuk itu, alangkah baiknya langkah tersebut juga diikuti oleh peningkatan kesadaran diri. Dalam artian, apapun yang terjadi dalam hidup diri masing-masing, baik atau buruk adalah berasal dari kendali diri masing-masing. Hal ini juga dapat diterapkan dalam memutuskan memilih agen atau lembaga. Banyak sekali terdengar oleh agen atau lembaga baik yang memberikan harga murah tapi malah dituntut ini itu oleh peserta. Contoh konkritnya adalah ketika peserta sangat susah memahami bahasa Jerman, yang mana itu adalah tantangan terbesar ketika ingin mengikuti program ke Jerman. Banyak peserta yang menyalahkan wadah tersebut, padahal apabila ditelusuri peserta pun memiliki andil yang besar dalam hal belajar. Apalagi mempelajari suatu bahasa harus memiliki Sprachgefuhl atau insting dalam menguasai suatu bahasa. Hal ini sama seperti belajar matematika, dalam suatu kelas tidak semua siswa dapat menguasai matematika di waktu yang bersamaan meskipun belajar di tempat yang sama, waktu yang sama dan dengan pengajar yang sama. Kalau sudah begitu siapa yang salah? *bisa dijawab sendiri yaa.

Tidak hanya itu, beberapa lembaga atau agen yang baik yang tidak berorientasi memeras uang peserta dan memiliki moto untuk membimbing bukan untuk MEMANJAKAN peserta dalam mengurus segala keperluan ke Jerman. Namun di lain sisi, terkadang lembaga juga dibuat kerepotan dengan tuntutan-tuntutan peserta atau bahkan orang tua yang tidak masuk akal. Mereka terkesan memaksa untuk minta diurusi semuanya walaupun sudah diinformasikan moto lembaga tersebut sejak awal. Padahal kalau dilihat, itu semua demi kebaikan peserta itu sendiri. Peserta yang ingin ke Jerman, nantinya akan dituntut untuk hidup mandiri. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk membiasakan mandiri sejak dini. Dengan mencoba ikut terlibat dan mengurus agar mengetahui alurnya.

Namun, kadang kala terdapat beberapa pemikiran orang Indonesia yang masih kurang mendukung untuk hal demikian, seperti contohnya:

  1. Menginginkan biaya murah, namun diurusi segala urusannya dan lepas tangan tidak ingin ikut terlibat. Hal ini sangat tidak disarankan, karena dimungkinkan sekali peserta akan menghadapi tantangan atau bahkan masalah ketika sudah di Jerman. Dan apabila sudah demikian, ketika mereka tidak mengerti proses dari awal, akan sulit untuk menyelesaikan masalahnya di luar nanti karena sudah terbiasa dimanjakan. Kalau begitu apakah diri kita juga masih tidak memiliki andil atas permasalahan tersebut?
  2. Sudah membayar lebih dan minta diurusi segala urusannya. Untuk poin ini sebenarnya tidak ada salahnya bagi kalian yang memiliki kelebihan uang dan menginginkan bantuan karena memang mungkin memiliki keterbatasan waktu. Namun demikian, tetaplah wajib untuk mengetahui prosesnya. Kenapa? karena ketika di Jerman, kalian tidak bisa membawa agen ikut bersama. Kalopun ada masalah, agen kalian juga tidak dapat melakukan banyak hal untuk kalian yang sudah di Jerman.
  3. Meminta jaminan berangkat. Siapa sih yang tidak menginginkan jaminan atau kepastian? Sebenarnya ini adalah hal yang wajar, tapi coba deh dipikirkan ulang. Program ke Jerman ini, kuncinya ada di kemampuan bahasa Jerman dan nantinya kalian akan diinterview oleh pihak Jermannya, bukan agen yang diinterview. Sehingga, semua juga tergantung kemampuan dan tekad kuat kalian. Alangkah lebih baiknya diperkuat kemampuan bahasanya terlebih dahulu dan mencari memang lembaga yang kompeten serta apabila memungkinkan menyediakan kelas pengulangan, apabila dirasa masih kurang.

Untuk poin-poin diatas rasanya perlu sekali kita renungkan untuk menghindari kekecewaan nantinya. Karena beberapa peserta yang tidak mengerti, biasanya akan merasa dikecewakan ketika mendapati hal tidak sesuai dengan kemauannya. INGAT keinginan dan kebutuhan itu adalah hal yang berbeda. Beberapa lembaga pastinya lebih mengerti kebutuhan kamu dibandingkan keinginan kamu.

Leave a Reply

Close Menu
WhatsApp chat